Mengenai Saya

Foto saya
Sragen, Jawa Tengah, Indonesia
Kami adalah produsen gamis akhwat dan jilbab cadar safar. 0857-2544-5132

JALAN KEBENARAN HANYA SATU 1

JALAN KEBENARAN HANYA SATU 1

✏️ Al-Ustadz Abu Hafs Umar hafidzahullah

Pepatah mengatakan, “Banyak jalan menuju ke Roma.” Berdalih dengan pepatah ini, banyak orang yang menukilnya untuk menggambarkan bahwa jalan ke surga itu bisa ditempuh melalui banyak cara. Menurut mereka, berbagai praktik beragama yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam -sekalipun menyelisihi sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam- bisa mengantarkan ke surga. Walaupun berbeda-beda tata cara ibadahnya, selama niat dan maksudnya adalah kebaikan, pada hakikatnya tujuan mereka sama, yaitu surga. Beragam kelompok Islam dengan berbagai perbedaannya itu justru merupakan rahmat.

Lebih naif lagi, kaidah ini mereka kembangkan untuk menyikapi orang-orang kafir, bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani juga akan masuk surga. Hal ini mereka nyatakan demi kesetaraan kaum beriman, yang berbeda hanya tata cara beragamanya. Benarkah jalan menuju surga itu banyak dan bisa ditempuh dengan berbagai cara?

📌 Penjelasan Allah dalam al-Qur’an

Pembaca Qonitah yang semoga dirahmati Allah, siapakah yang paling tahu tentang jalan menuju surga? Semua orang beriman pasti setuju bahwa Allah-lah yang paling tahu tentang jalan menuju surga-Nya. Sebab, hanya Dia yang memiliki dunia dan akhirat. Mari, kita lihat penjelasan Allah tentang jalan kebenaran yang bisa mengantarkan setiap hamba kepada-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٥٣

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Hal itu diperintahkan kepada kalian agar kalian bertakwa.” (al-An’am: 153)

Dalam ayat yang mulia ini Allah menyebutkan jalan-Nya dalam bentuk mufrad (tunggal), bukan dalam bentuk jamak. Artinya, jalan-Nya hanya satu, tidak berbilang. Sebaliknya, ketika menyebutkan jalan-jalan kesesatan, Allah menyebutkannya dalam bentuk jamak. Artinya, jalan kesesatan itu banyak jumlahnya.

Seorang ulama ahli tafsir terkemuka, al-Imam Qatadah rahimahullah , ketika menafsirkan firman-Nya هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا mengatakan, “Ketahuilah, sesungguhnya jalan kebenaran itu adalah jalan yang satu saja, yang semuanya adalah petunjuk, dan tempat kembalinya adalah surga. Adapun Iblis telah membuat banyak jalan yang terpecah-pecah, semuanya adalah kesesatan, dan tempat kembalinya adalah neraka.”

Al-Imam as-Sa’di rahimahullah berkata, “…maka ikutilah jalan Allah tersebut agar kalian bisa meraih kemenangan dan keberhasilan, serta meraih cita-cita dan kebahagiaan. Jangan mengikuti jalan-jalan (yang lain), yaitu jalan-jalan yang menyelisihi jalan-Nya, yang menyebabkan kalian terpisah (menyimpang) dari jalan-Nya, yaitu tersesat dan menyimpang ke kanan dan ke kiri.” (Tafsir as-Sa’di)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Hal itu karena jalan yang mengantarkan kepada Allah itu hanya satu, yaitu jalan yang dengannya Allah mengutus para rasul-Nya dan menurunkan kitab-Nya. Walaupun manusia membawa berbagai jalan dan minta dibukakan dari setiap pintu, semua jalan tersebut buntu, dan pintu-pintu tersebut tertutup bagi mereka, kecuali jalan yang satu ini, yang bersambung dengan Allah dan mengantarkan kepada-Nya.”

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٨٥

“Barang siapa mencari agama selain Islam, sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali ‘Imran: 85)

Jalan-jalan selain Islam adalah jalan kesesatan. Sebab, setelah Allah mengutus Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, terhapuslah segala ajaran terdahulu. Tidak ada kelonggaran lagi bagi siapa pun yang mendengar seruan Islam kecuali harus mengikutinya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadits Abu Hurairah,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, tidaklah seorang Yahudi atau Nasrani dari kalangan umat ini mendengar tentang diriku, kemudian dia mati dalam keadaan tidak beriman kepada ajaran yang kubawa, melainkan termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim)

Ayat dan hadits di atas mengandung bantahan terhadap paham pluralisme agama yang membenarkan segala ajaran agama. Klaim mereka bahwa semua agama itu sama -sekalipun berbeda-beda pengamalannya, tujuan mereka adalah sama, yaitu masuk surga- sudah dibantah oleh Allah dan Rasul-Nya. Jalan yang mengantarkan kepada Allah itu hanya Islam yang diajarkan oleh Rasulullah. Barang siapa tidak beriman kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, dia kafir dan kekal di neraka.

⏳Insya Allah bersambung ...

🌎 Disalin dari http://qonitah.com/jalan-kebenaran-hanya-satu/

〰〰〰〰〰〰〰〰
📚 WA Salafy Kendari 📡
=====*****=====
📶 Publikasi:
📖 WA Salafy Solo
www.salafymedia.com
22 al Muharram 1437 H | 4 Nopember 2015

0 Response to "JALAN KEBENARAN HANYA SATU 1"

Posting Komentar

Tokopeci Salimah Gallery

Salimah Gallery Distributor Busana Muslim, Madu Herbal di kota Solo