Mengenai Saya

Foto saya
Sragen, Jawa Tengah, Indonesia
Kami adalah produsen gamis akhwat dan jilbab cadar safar. 0857-2544-5132

MEMBERI SYARAT UNTUK TIDAK MENIKAH LAGI NAMUN KONDISI MENGHARUSKAN HAL ITU

MEMBERI SYARAT UNTUK TIDAK MENIKAH LAGI, NAMUN KONDISI MENGHARUSKAN HAL ITU

Fatwa Nomor 7341

Pertanyaan:
Saya telah menikah dengan seorang perempuan sekitar enam tahun yang lalu. Istri saya seorang yatim, akhlaknya baik dan pergaulannya bagus. Saya telah berjanji padanya untuk tidak memadunya kecuali pada salah satu dari tiga kondisi; kematian, perceraian dan penyakit parah. Seiring berjalannya waktu kondisi perekonomian istri saya semakin membaik, dia memiliki banyak rumah, lahan pertanian, dan tanah yang luas. Akan tetapi hubungan rumah tangga dan kasih sayang kami memasuki kondisi yang rawan dan kritis. Dia menolak untuk pulang ke rumah saya karena saya merasa tidak nyaman dan tenang tinggal di rumahnya. Di samping itu dia juga belum melahirkan anak sampai saat ini. Saya berpikir untuk menikah lagi dengan perempuan lain dan dia tidak menolak keinginan saya itu. Yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana saya melepaskan diri dari janji yang telah saya ikrarkan untuk diri saya. Sesungguhnya meskipun saya tidak berpikir untuk menikah lagi namun istri saya sebenarnya lebih tua dari saya dan tidak lagi mampu menjalankan kehidupan rumah tangga dengan kadar paling minim sekalipun. Berilah saya penjelasan, semoga Allah memberi balasan pahala kepada Anda.

📜Jawaban:
Jika realitasnya sebagaimana yang disebutkan bahwa telah terjadi perubahan kondisi dari yang sebelumnya di mana Anda pernah mengatakan untuk tidak melanggar janji, maka Anda boleh untuk menikah lagi tanpa harus menceraikan istri pertama. Hal itu boleh Anda lakukan dibarengi dengan kewajiban membayar kafarat sebagai tebusan melanggar sumpah.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

📚Al-Lajnah ad-Daimah Lilbuhutsil Ilmiyyah wal Ifta'

🌴Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz رحمه الله

🌈WHATSAPP AL-UKHUWWAH

🇸🇦
الفتوى رقم ( 7341 )
س: إنني تزوجت امرأة قبل حوالي ست سنوات، ولكونها يتيمة وذات خلق حسن ومعاملة رقيقة، فقد عاهدتها ألا أتزوج عليها إلا في إحدى ثلاث حالات: (الموت، الطلاق، عاهة مقعدة) وبمرور الوقت انتعش حالها ماديا: بيوت، مزرعة، أراض عقارية بالإضافة لكون علاقتنا الزوجية والعاطفية الأسرية أصبحت تمر بمرحلة خريفية مجدبة، وامتنعت كذلك أن تنتقل لتسكن بمنزلي لأنني لم أعد أشعر بالارتياح والهدوء بمنزلها، إضافة إلى أنها لم تنجب طيلة هذه الفترة، وأنا أفكر في الزواج من غيرها، وهي لا تعترض على ذلك، ولكن بقي مشكلة الخروج بسلام من عهد قطعته على نفسي، إنني حتى لو لم أفكر في الزواج فإن زوجتي متقدمة في السن، لم تعد قادرة على تأدية الحد الأدنى من حق الزوجية. أفيدوني أثابكم الله.
ج: إذا كان الواقع ما ذكر، من تغير الأحوال عن حالها التي قطعت أنها لا تعترض على ذلك العهد من أجلها، فلا حرج عليك في الزواج وهي لا تزال في عصمتك، وعليك كفارة يمين. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... عضو ... نائب الرئيس ... الرئيس
عبد الله بن قعود ... عبد الله بن غديان ... عبد الرزاق عفيفي ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز

📉📉📉📉📉📉📉.

Publikasi...

🌈 AL HUDA 🌈
🔻🔻🔻🔻🔻
🔴➰➰➰🔴➰➰➰🔴

0 Response to "MEMBERI SYARAT UNTUK TIDAK MENIKAH LAGI NAMUN KONDISI MENGHARUSKAN HAL ITU"

Posting Komentar

Tokopeci Salimah Gallery

Salimah Gallery Distributor Busana Muslim, Madu Herbal di kota Solo