Mengenai Saya

Foto saya
Sragen, Jawa Tengah, Indonesia
Kami adalah produsen gamis akhwat dan jilbab cadar safar. 0857-2544-5132

Model Pakaian Ikhwan Salafy di Indonesia yang Harus Dibenahi

NASEHAT BERHARGA UNTUK SALAFIYYIN

Cara Berpakaian Syar’i Namun Tetap Baik dan Enak di Pandang Mata (Transkrip audio)

Oleh : al Ustadz Qomar Su’aidy Lc hafizhahullah
Sumber: Tasjilat Ahlussunnah wal Jama’ah Indonesia

Sebelumnya mohon maaf tidak perlu tersinggung,

Kalau ada hal yang saya sebutkan, ternyata koq saya begini

Jadi nggak perlu tersinggung, ini sebagai bahan koreksian dan untuk memperbaiki

Dan sekali lagi bisa jadi kami salah, bisa jadi kami benar

Contoh misalnya, hal yang keliru pada kita, atau kita anggap kurang tepatlah, kalau bukan keliru tapi kurang pas

Misalnya hal yang kelihatan sepele, cara berpakaian, ya cara berpakaian

Dan subhanalloh, ini ternyata bukan hanya diperhatikan oleh sebagian kita, tapi sebagian masyaikh juga memperhatikan

Sebagian teman disana diluar negeri juga memperhatikan

Contoh misalnya, kalian ini pakaian pakaian apa

Ya.., kayak saudi tidak, kayak indonesia juga tidak, terus model pakaian mana

Nah, akhirnya kan gharib, jadi dimata orang saudi sendiri gharib, aneh

Dimata orang-orang kita juga aneh

Na’am, jangan dianggap ini hal yang sepele, seperti yang ana katakan, itu teknis saja

Tapi rupanya itu berpengaruh, terjadi disuatu daerah

Seorang pejabat pemerintah tidak mau menandatangani surat menyurat dari salafiyin,

Karena apa, sedikit demi sedikit ditanya, terkadang mereka nggak mau mengungkapkan

Kenapa, karena ya ada sebabnya, mungkin mereka merasa

Ini hal yang tidak prinsip, tapi ini mengganjal bagi mereka

Diusut diusut, ternyata, akhirnya dia bicara, saya ini masih pingin mengetahui siapa sesungguhnya kalian

Pakaian kalian itu aneh-aneh, ya kan, uh, baru kita menyadari, oh Subhanalloh ternyata karena pakaian, ya

Subhanalloh dia tidak mempersoalkan akidah kita, ya ibadah kita

Tapi yang justru dipersoalkan adalah pakaian, ternyata pakaian, ya

Begitu pula ada di sebagian lagi, ee.. orang di yaman ini, ya

Antum ini bagaimana, makainya seperti itu, ya kalian ini, sudah pada nggak punya jenggot

Pakaiannya seperti itu, akhirnya terkesan apa, sekilas ya seperti wanita jadinya, waduh, ya kan, ini kan jadi aneh

Itu kita hanya menceritakan orang lain, maksudnya disini, kita perlu perhatian

Ya, perlu perhatian, untuk yang lebih baik

Nah kalau kita perhatikan coba, kita sedikit mengoreksi hal-hal yang dipandang aneh itu

Kalau kita misalnya berpakaian, misalnya ala saudi arabia misalnya, jelas ya kan

Orang-orang yang biasa ajapun tahu ini pakaian saudi arabia, dan pantas dipakai

Gamis putih atau krem atau coklat misalnya, dengan rapi

Kemudian juga pakai apa, pakai kopiyah, nampak

Tapi coba antum bayangkan kalau sudah pakai gamis, rambutnya panjang nggak pakai kopiyah

Antum berjalan ditengah masyarakat umum, apa kata orang, aneh sekali, ya

Apa seperti ini yang diajarkan Rasululloh atau tidak, nah ini maksud saya

Jadi hal-hal yang itu mungkin kelihatan sepele, tapi Subhananlloh terkadang berefek pada dakwah, ya

Kalau dia misalnya, seperti yang tadi saya sebutkan kalau berpakaian seperti itu

Gamis, ya seperti ala saudi, yang jelas, bersih, kemudian rapi, itu walaupun orang aneh tapi tahu,
nggak ada masalah itu memang pakaian keagamaan

Masyarakat kita sudah semakin akrab dengan seperti itu, semakin akrab

Atau misalnya anggap kita mau pakaian pakaian pakistan misalnya

Atau mirip pakistanlah kalaupun nggak persis, pakaian ya setengah betis, eh koq setengah betis, apa namanya, sampai lutut, ya

Kalau kita kan baju koko itu, pendek, kalau istilah kita mungkin baju pakistan, agak panjang sampai lutut

Ya pakai pakaian yang seperti itu yang rapi, pakaian yang rapi

Dengan pakaian seperti itu, kemudian pakai misalnya celana yang, ya tentu yang syar’i, pakaian yang rapi

Nampak orang melihat juga nggak begitu masalah, biasa, itu juga mulai biasa di masyarakat kita, nampak rapi, nampak bagus

Atau kita sekaligus pakaian pakaian Indonesia biasa masyarakat kita

Baju koko, pakai sarung yang rapi, ya kan, pakai peci, biasa, nggak ada problem

Nah, tapi cobak kita perhatikan, beberapa model pakaian yang macam-macam ini

Kita perhatikan yang macem-macem

Kita mulai dari topi atau kopiyah

Kopiyah sebagian ikhwan mungkin terkadang kurang perhatian dengan kebersihan kopiyahnya

Sehingga warna putih itu kemudian mulai berubah warna

Menjadi coklat, nah ini ya kurang baik, ya kurang baik

Mesti kita jaga kebersihannya, kecuali kalau warnanya begitu ya, ini dari kopiyah

Kemudian, misalnya apa, imamah, imamah itu yang diiket-iket

Kemudian juga yang terkait dengan imamah, adalah apa

Simal kalau bahasa saudinya simal atau gutrah,

Simal atau gutrah ini yang sekedar dilampirkan, dilampirkan seperti orang-orang saudi

Ya kalau imamah misalnya orang yaman, misalnya ya kan, atau orang sudan, yang banyak disini yang ala yaman atau emirat

Coba kita perhatikan pertama dari sisi warna,

Sebagian pakai imamah yang aneh warnanya, ya mirip misalnya dengan apa, taplak meja

Ya, kalau dia memakai yang putih jelas putih, atau seperti yang orang saudi punya

Merah putih merah putih atau putih semua, itu orang melihatnya adem, ya kan

Adem dan maklum memang biasa begitu, tapi kalau sudah pakai yang mirip taplak meja, itu menggelitik, aneh sekali, aneh sekali

Ya, makanya seperti itu, ee kita memandang kurang tepat

Kurang tepat, sehingga sebagian masyarakat mungkin, ya berpandangan tidak baik akhirnya, ini dari sisi warna

Kemudian ada dari sisi apa cara memakai, apa cara memakai macem-macem

Saya sendiri kurang bisa, terus terang ya

Makanya saya nggak pernah makai, karena kurang bisa saya

Tapi yang yang memakai misalnya coba belajar dari yang belajar di yaman atau emirat yang bagus bagus itu misalnya, yang rapi kelihatannya, mantab, rapi

Tapi kalau masih belajar, uh nggak karuan akhirnya, mbulet-mbulet, kesana kemari, aduh

Nah ini kemudian berjalan ditengah masyarakat umum, kalau dia hanya dilingkungan rumahnya sendiri, nggak ada masalah, iya kan

Tapi kalau kita tinggal dimasyarakat umum, ke ini ke itu juga seperti itu, akhirnya dilihat orang kan aneh sekali

Imamah model mana ini, ya..

Ternyata model saudi tidak, model emirat tidak, model yaman tidak

Ah ini kurang baik sperti ini, kurang tepat

Sehingga yang mau model pakai imamah coba, belajar yang baik,

Ya supaya orang melihatpun baik, semoga orang juga simpati, dengan itu

Sebagian lagi, terkait dengan imamah ini, ada yang memakai model saudi arabia

Simal langsuing dijulurkan seperti ini, ya

Subhanalloh sebagian melakukan itu dengan warna hitam

Dan subhanalloh dia nggak punya jenggot, ya

Akhirnya orang melihat, dari jauh, itu dikira rambut, ya kan

Semacam rambut, padahal itu bukan rambut, dan ternyata, laki-laki, ya

Kemudian, yakni ini tentu yang seperti ini, tidak tepat, yang seperti ini tidak tepat

Karena orang-orang bisa berpandangan yakni salah, salah pandang ya, keliru, tidak pas yang seperti ini

Dan, ee.., yakni dia mau memakai model saudi yang betul-betul juga rapi, lihat kalau masyaikh dateng, pakai itu kan nampak bagus ya

Seperti masyaikh persis gitu lho, ya.., apalagi dia punya jenggot, wah itu MasyaAlloh

Tapi kalau dia tidak punya jenggot ya, ini saya tidak mengatakan haram, tidak

Tapi nampaknya kurang tepat, apalagi dia berjalan ditengah-tengah masyarakat umum, seperti ini kurang pas

Kemudian, setelah masalah imamah dan seputarnya, baju kita

Kita perhatikan baju kita, ee.. seperti yang tadi kita sebutkan misalnya kita pakai gamis

Seperti gamis saudi arabia misalnya atau sejenisnya, nampak bersih, rapi, nggak ada masalah

Tapi sebagian, mungkin ya.., salah, menurut saya ya, dan juga beberapa asatidzah yang kurang tepat terkadang

Memakai misalnya, yang kita sebut di umumnya ikhwah itu baju maroko, ditempat umum, ya

Yang saya tahu kalau saya disaudi dan mungkin tanya ikhwan yang disaudi, itu kan baju santai disana

Mereka kalau sholat di masjid umum, mereka ke kantor, nggak pernah pakai baju kayak gitu, itu baju santai

Kalau mereka dirumah, kegiatan seputar rumah, mereka pakai itu

Untuk tidur, untuk santai didalam rumah, itu pakai itu, ya kan …

Nah tuh, karena beliau tahu di saudi seperti itu

Tapi Subhanalloh, ya mungkin karena kekurangan kita ya ikhwan kurang begitu paham

Sehingga memakai baju seperti itu, dia ke pasar pakai gitu, ya..

Warnanya sudah warna warni lagi, warnanya warna warni, ya

Dan sebagian, Subhanalloh tadi, nggak pakai peci, ya

Sudah baju seperti itu, warna warni, nggak pakai peci

Kalau dia ditanya siapa itu, ooh seorang salafi, aduh ya kurang tepat, ya

Jadi, seperti yang kita ketahui bahwa, itu adalah baju santai,

Sehingga tidak layak misalnya kita, ditempat-tempat resmi, tempat-tempat terhormat kita memakai yang seperti itu

Itu bagi orang saudi sendiri yang melihat, nggak cocok, ini bukan pada tempatnya, bukan pada tempatnya

Apalagi di masyarakat kita yang sudah aneh, tambah aneh, ya, jadi perlu kita perhatikan hal ini,

Nabi Shollallohualaihi wassalam mengatakan inna haada dinnatin mutta’awwiluhu fiihirih, agama ini kuat, ya kokoh, mungkin terkadang terasa berat oleh sebagian orang

Masukkan orang dalam agama ini dengan perlahan-lahan, jangan menjadikan ajaran islam tambah semakin berat,

Terasa oleh orang-orang, sementara mau sholat saja sudah berat, ya

‘Alla kulli haal seperti tadi yang saya katakan ini, ro’yu.., ro’yu kami

Jadi itu kurang tepat, atau misalnya pakai baju ala pakistan

Pakaian mirip pakistan, yakni sampai kemana, lutut

Seperti tadi yang saya katakan, kalau dengan celana yang rapi bagus, ya nggak ada masalah, tampak rapi juga

Tapi, setelah pakai seperti itu, iya pakai rompi yang, ya.., rompi yang ya seperti itulah

Kemudian setelah itu, celananya celana perang, sakunya disini, disini ya kan banyak kan celana ikhwan seperti itu, ya

Kemudian, bisa antum bayangkan itu ya…,

Sudah.., bajunya aneh, tambah pakai rompi seperti itu, kemudian celananya begitu, dilihatnya, berat rasanya orang melihatnya, kurang tepat, kurang tepat

Kemudian, yang lebih menambah, tidak enaknya dipandang, pakai sarung, dan balapan, ya kan

Celananya jauh ke bawah, sarungnya diatas betis, tengah-tengah betis

Coba antum coba merenungkan dan membayangkan, ya

Pemandangan yang seperti itu, kita sendiri melihat terus terang enak atau tidak. Ya

Tenang tidak mata ini, sejuk atau tidak begitu melihatnya

Nah ini kan terkadang, ini seperti tadi yang saya katakan sampek ya, sebagian aparat pemerintah tidak mau tanda tangan

Karena sebetulnya ini aliran apa ini, ini aliran apa

Betul itu, bukan sesuatu yang diada-adakan, itu betul-betul terjadi

‘Alla kulli haal, jadi, ee kalau kita memakai pakain ya yang tadi yang rapi, bajunya, ya

Kalau baju pakistan ya mungkin dengan celana yang, ee yang celana perang itu kurang tepat kayaknya itu ya, sakunya dimana-mana,

Tetep dia pakai celana yang syar’i, diatas mata kaki, yang rapi

Mungkin juga paduan warna perlu, ya itu menambah semakin bagusnya, ya

Jangan.., kalau pakai sarung juga nggak ada masalah, ya kan

Tapi tadi, kalau bawahnya pakai celana, jangan balapan, yang kelihatan biar sarungnya saja, yang kelihatan sarungnya saja

Celananya didalam sarung, tidak kelihatan, begitu

Jadi nampak, ya.., ee enteng begitu dilihatnya itu ya, tidak berat dimata itu

Nampak indah, nggak ada masalah seperti itu, dan juga peci selalu perlu dipakai,

Itu yakni suatu hal yang baik tentunya yang diajarkan Rasululloh dan para sahabatnya penutup kepala.

Ditulis ulang oleh Abu Zufar as Samaranji

Dengarkan audionya disini :
https://googleweblight.com/?lite_url=https://app.box.com/s/asqziwbgmhza4w1gt9ij3lqbc940w8ti&lc=id-ID&s=1&m=418&host=www.google.co.id&ts=1471130515&sig=AKOVD64yB502DcUWZtbvXY2MDc46D6P2Bg

Dipublikasikan :
https://abuhirr.wordpress.com/2015/11/19/cara-berpakaian-syari-namun-tetap-baik-dan-enak-di-pandang-mata-transkrip-audio/

.

0 Response to "Model Pakaian Ikhwan Salafy di Indonesia yang Harus Dibenahi"

Posting Komentar

Tokopeci Salimah Gallery

Salimah Gallery Distributor Busana Muslim, Madu Herbal di kota Solo