Mengenai Saya

Foto saya
Sragen, Jawa Tengah, Indonesia
Kami adalah produsen gamis akhwat dan jilbab cadar safar. 0857-2544-5132

PEPOHONAN SURGA

PEPOHONAN SURGA

Di Surga, pohonnya sangat rindang. Nyaman berteduh di bawahnya. Naungan pohon itu sangat panjang.

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لَا يَقْطَعُهَا وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ { وَظِلٍّ مَمْدُودٍ }

Sesungguhnya di Surga terdapat suatu pohon yang jika seorang pengendara berkendara di bawah naungannya selama 100 tahun, tidak akan melampaui (naungan itu). Bacalah firman Allah:

وَظِلٍّ مَمْدُودٍ

Dan naungan (pohon) yang membentang luas (Q.S al-Waaqi’ah ayat 30) (H.R al-Bukhari dari Abu Hurairah)

Duri Pohon Berganti Buah

Semua bagian pohon di Surga tidak ada yang menimbulkan kerugian (mudhorot). Kalau di dunia, mungkin ada bagian yang berduri. Duri itu menyakitkan.
As-Sidr, nama pohon sejenis bidara, kalau di dunia penuh dengan duri. Ada seorang Arab pedalaman yang bertanya kepada Rasulullah bahwa di Surga nanti masih ada as-Sidr. Bukankah pohon itu berduri sehingga akan menyakitkan. Bagaimana bisa ada di Surga? Nabi menjelaskan bahwa setiap duri pada pohon tersebut akan digantikan oleh Allah menjadi buah. Setiap buah akan menghasilkan 72 buah lagi yang tidak ada satupun yang serupa.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - ، يَقُولُونَ : إِنَّ اللَّهَ يَنْفَعُنَا بِالأَعْرَابِ وَمَسَائِلِهِمْ أَقْبَلَ أَعْرَابِيٌّ يَوْمًا ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، لَقَدْ ذَكَرَ اللَّهُ فِي الْقُرْآنِ شَجَرَةً مُؤْذِيَةً وَمَا كُنْتُ أَرَى أَنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةٌ تُؤْذِي صَاحِبَهَا ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - : وَمَا هِيَ ؟ قَالَ : السِّدْرُ ، فَإِنَّ لَهَا شَوْكًا ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - : فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ يَخْضِدُ اللَّهُ شَوْكَهُ فَيُجْعَلُ مَكَانَ كُلِّ شَوْكَةٍ ثَمَرَةٌ ، فَإِنَّهَا تُنْبِتُ ثَمَرًا تُفْتَقُ الثَّمَرَةُ مَعَهَا عَنِ اثْنَيْنِ وَسَبْعِينَ لَوْنًا مَا مِنْهَا لَوْنٌ يُشْبِهُ الآخَرَ

Dari Abu Umamah –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Para Sahabat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam berkata: Sesungguhnya Allah memberikan manfaat kepada kami dengan datangnya orang-orang Arab pedalaman dan pertanyaan-pertanyaan mereka (kepada Rasul). Suatu hari, seorang Arab pedalaman datang dan berkata: Wahai Rasulullah, Allah telah menyebutkan dalam al-Quran adanya suatu pohon yang menyakitkan. Aku melihat sesungguhnya di Surga tidak ada pohon yang menyakiti orang yang di sekitarnya. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam: Pohon apa itu? Orang itu berkata: as-Sidr (semisal pohon bidara). Sesungguhnya itu adalah pohon yang banyak durinya. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ

(Penduduk Surga berada) di pohon bidara yang dipangkas (durinya). (Q.S al-Waaqi’ah ayat 28)

Allah memangkas durinya dan menggantikan setiap duri dengan buah. Buah itu menumbuhkan buah-buahan, yang setiap buah akan terbelah sehingga menghasilkan 72 macam buah yang tidak ada yang serupa. (H.R al-Hakim, dinyatakan shahih oleh adz-Dzahabiy)

Pangkal Batang Pohon Surga Adalah Emas

مَا فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً إلاَّ وَسَاقُهَا مِنْ ذَهَبٍ

Tidaklah ada sebuah pohon di Surga kecuali pangkal batangnya terbuat dari emas. (H.R Abu Ya’la, dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albaniy)

✅ Pohon Kurma di Surga

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : نَخْلُ الْجَنَّةِ جُذُوعُهَا زُمُرُّدٌ أَخْضَرُ ، وَكَرَبُهَا ذَهَبٌ أَحْمَرُ ، وَسَعَفُهَا كِسْوَةٌ لأَهْلِ الْجَنَّةِ ، مِنْهَا مُقَطَّعَاتُهُمْ وَحُلَلُهُمْ ، وَثَمَرُهَا أَمْثَالُ الْقِلالِ أَوِ الدِّلاءِ ، أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ ، وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ وَأَلْيَنُ مِنَ الزُّبْدِ لَيْسَ لَهُ عَجْمٌ 

Dari Ibnu Abbas –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Pohon kurma di Surga batangnya dari zamrud hijau, dan bagian lahan keringnya terbuat dari emas merah, dan pelepahnya adalah (bahan) pakaian bagi penduduk Surga. Darinyalah pakaian mereka. Buah-buahannya bagaikan tempayan atau ad-Dilaa’, yang lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, lebih lembut dari zubad.(Buah kurma itu) tidak ada bijinya. (H.R al-Hakim dan dinyatakan Shahih sesuai syarat Muslim oleh adz-Dzahabiy)

Buah-Buahan Surga

Di Surga buah-buahannya selalu ada. Tak pernah kosong waktu dari buahnya. Mudah dipetik tidak harus menggunakan galah. Benar-benar dekat dalam genggaman. Bisa diraih meski dengan duduk atau berbaring.

قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ

Buah-buahannya mudah dipetik. (Q.S al-Haaqqah ayat 23)

وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا

Untuk memetiknya begitu dimudahkan. (Q.S al-Insaan ayat 14)

Sahabat Nabi al-Baraa’ radhiyallahu anhu menjelaskan makna ayat itu dengan menyatakan:

إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يَأْكُلُوْنَ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ قِيَامًا وَقُعُوْدًا وَمُضْطَجِعِيْنَ

Sesungguhnya penghuni Surga memakan buah-buahan Surga dengan berdiri, duduk, atau berbaring. (H.R al-Baihaqiy, dinyatakan shahih lighoirihi oleh Syaikh al-Albaniy dalam Shahih atTarghib)

Allah Azza Wa Jalla berfirman :

وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ  لَا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ

Dan buah-buahan yang banyak. Tidak terputus buahnya dan tidak akan terhalangi. (Q.S al-Waaqi’ah ayat 33)

(dikutip dari buku "Surga yang Dirindukan, Neraka yang Ditakutkan", Abu Utsman Kharisman, Penerbit at-Tuqa Yogya)

💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom

•••┈••••○❁ ✍ ❁○••••┈•••

🌐 Kunjungi : http://salafyngawi.or.id
✈ Join Chanel Telegram :
http://t.me/Salafy_Ngawi
📻 Dengarkan Kajian Islam Ilmiyyah di Rasyidah 105.1 FM Ngawi
📲 Siaran radio online via Android :
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia

📝 *Forum Ahlussunnah Ngawi* 📚

0 Response to "PEPOHONAN SURGA"

Posting Komentar

Tokopeci Salimah Gallery

Salimah Gallery Distributor Busana Muslim, Madu Herbal di kota Solo