Mengenai Saya

Foto saya
Sragen, Jawa Tengah, Indonesia
Kami adalah produsen gamis akhwat dan jilbab cadar safar. 0857-2544-5132

Jagalah Ikhlas dan Tetaplah Istiqomah

RENUNGAN UNTUK IKHWAN LENDAH
(Edisi 33)

Salut dan bangga. Akan tetapi tetap tidak boleh lupa untuk senantiasa memuji dan berucap tahmid kepada Allah. Sebab segala puji hanyalah milik Allah semata. Dia-lah yang telah memberikan petunjuk untuk kita semua. Kalau bukan karena petunjuk yang Allah berikan, tidak akan mungkin kita mampu melangkah sampai di batas yang sekarang ini. Mohonlah petunjuk selalu kepada Allah! Bukankah kita masih ingin terus melangkah?

Semalam -di malam ganjil-, Panjenengan berbincang ramah di Baitul 'Azmi (Rumah Tekad), kompleks calon Perpustakaan. Panjenengan saling berbagi cerita, termasuk diantaranya tentang program Tebar Majalah Asy-Syari'ah edisi khusus anti-komunisme.

Saya sempat berpesan :  Sing diceritakan ingkang criyos sae kemawon. Maksudnya?  Dalam berdakwah, ada pro dan kontra adalah hal yang lumrah. Ada yang menolak tapi tidak sedikit yang menerima. Barangkali sebagian pihak menyatakan simpati, tetapi kita tidak bisa menutup mata bahwa ada juga pihak yang membenci. Namun, agar kita tetap semangat, ingat-ingatlah mereka yang tertarik. Bagaimana yang membenci? Ah, masak kita lupa memang sejak dahulu selalu saja ada yang begitu.

Pak Udin akhirnya didaulat untuk bercerita tentang sambutan dari Danramil kecamatan Lendah. Senang, mendukung dan merasa terbantu. Barangkali itulah kesimpulan paling ringkas yang bisa dipahami. Kedua ikhwan Lendah yang ditugaskan menyampaikan malah diajak berbincang cukup lama. Danramil banyak memberikan informasi tentang PKI dan komunisme di Indonesia. Danramil meminta kita untuk pro aktif dalam aksi menangkal paham komunisme dan TNI AD siap memback-up. Walhamdulillah.

Berawal dari program Tebar Majalah ini, akhirnya terbesit inisiatif untuk mendata dan memetakan tokoh-tokoh masyarakat se-kecamatan Lendah. Maka mulailah kita saling bekerjasama, saling bersinergi, saling melengkapi untuk menghitung unsur Muspika, jumlah desa dan pedukuhan, Rumah sakit,jumlah masjid berikut takmirnya serta tokoh-tokoh lain yang mempunyai kompetensi untuk dijadikan sebagai obyek penyebaran dakwah. Bahkan terpikir untuk sekaligus mengklasifikasikan siapa yang senang, simpati, menerima dan yang membenci.

Sungguh, saudaraku. Masyarakat kita, yakni umat Islam, hari ini sedang dalam kondisi kejahilan yang cukup menyedihkan. Mereka membutuhkan pencerahan dan wawasan keislaman yang benar. Mereka yang kita anggap benci, sinis atau menolak, barangkali karena belum tahu saja bagaimana hakikat dakwah salaf yang sebenarnya. Bukan karena benar-benar membenci kebenaran. Di situ kita dituntut harus mampu bersikap cermat dan bijak!

Buktinya? Bukankah tidak sedikit dari Panjenengan yang memperoleh tugas sebagai imam dan khatib di kampungnya. Bahkan mayoritas Panjenengan -kalau tidak semua- mendapat jadwal di bulan Ramadhan sebagai penceramah kultum. Syukurilah kemudahan ini dengan semangat tampil untuk menyampaikan ilmu yang telah dipelajari. Apakah kita akan berpangku tangan lalu membiarkan oknum-oknum tersebut berbicara tentang Islam tanpa dasar dalil di atas mimbar?

Lakukanlah pendekatan semaksimal mungkin kepada masyarakat. Sudah banyak contoh betapa masyarakat kita bisa menerima dengan baik. Atau minimalnya mereka tidak menolak, saat kita menyampaikan sepatah dua patah kata dari ilmu yang sudah kita pelajari.

Ingatlah juga bahwa sikap dan penilaian masyarakat itu tergantung bagaimana kita bersikap dan menilai mereka! Jika kita bersikap baik, berinteraksi dengan bagus dan tidak bersikap menggurui, saya yakin mereka pun akan bersikap baik. Kita memang tidak mengharap ridha manusia, namun ingat-ingatlah bahwa Rasulullah-lah yang berpesan seperti itu. Beliau bersabda : "Wa khaa-liqin naasa bi khulu-qin hasanin . Artinya, lakukanlah pergaulan kepada orang lain dengan akhlak yang baik!

Jagalah ikhlas! Dan tetaplah istiqomah!

Alhamdulillah, Panjenengan setiap bulan telah terbiasa secara rutin mengumpulkan iuran untuk kemudian diberikan kepada orang-orang tua jompo di sekitar lokasi Perpustakaan. Ada hampir empat puluh orang jompo yang telah terdata untuk diperhatikan. Tiap-tiap mereka diberi dalam bentuk bingkisan senilai sekitar Rp 50.000. Ada gula, teh, biskuit dan lain-lain serta uang pecahan dua puluh ribu. Sudah enam bulan program ini berjalan.

Coba dengar doa-doa dan ucapan terima kasih mereka! Saat Panjenengan datang menyampaikan bingkisan ke tiap rumah, bukan hanya orang jompo itu yang menerima. Anak, cucu atau anggota keluarga yang lain ikut menyaksikan dan mengucapkan terima kasih. Dan hasilnya luar biasa! Kesan dan tanggapan masyarakat pun positif. Mereka merasa diperhatikan.

Sehari sebelum bulan Ramadhan kemarin, -Alhamdulillah- Panjenengan membagi-bagikan lebih dari 80 bingkisan untuk orang-orang jompo, tokoh masyarakat, jamaah dan takmir masjid juga tetangga-tetangga dekat. Walhamdulillah, ada seorang sahabat dekat yang menyumbang puluhan sarung dan puluhan kain jarik kemudian Panjenengan yang membagi-bagikan sebab Panjenengan adalah ujung tombak dakwah. Sarung untuk bapak-bapak, sementara kain jarik untuk simbah-simbah putri.

Lihat apa hasilnya? Banyak dari mereka yang langsung menggunakan sarung tersebut untuk shalat tarawih. Seorang ketua takmir dari sebuah masjid mengatakan kepada saya : Matur nuwun njih, pak Ustadz. Sarung yang njenengan berikan pas dan warnanya cocok. Ini langsung saya pakai. Dalam hati, keliru kalau berucap terima kasih kepada saya. Itu yang memberi dan yang membagi-bagikan adalah teman-teman saya. Bukan saya!

Alhamdulillah, panjenengan juga bersemangat untuk membersihkan masjid kampung, mengecat ulang dan memperbaiki kamar mandi serta tempat wudhu, bahkan Panjenengan iuran untuk membelikan kipas angin masjid. Panjenengan semangat dalam kegiatan gotong royong dalam pembangunan akses jalan kampung sampai meminjamkan molen (alat pembuat adonan semen dan pasir).Panjenengan ikut menyumbang untuk program pemasangan lampu jalan dalam kampung. Itu semua niatkanlah demi dakwah dijalan Allah!

Jagalah ikhlas! Dan tetaplah istiqomah!

Sejak mulai masuk batas kampung, panjenengan sudah terbiasa mengurangi kecepatan kendaraan. Penutup wajah dilepas, kaca helm dinaikkan, kaca jendela mobil dibuka, lalu Panjenengan aktif menyapa dan mengucapkan salam kepada setiap warga yang dijumpai. Bayangkanlah bahwa hanya sekedar sapaan Pakdhe, Mbah, Mas, Bu atau Pak, Panjenengan telah mengesankan bahwa Salafiyyin adalah orang-orang yang ramah dan sopan. Tidak tertutup dan tidak eksklusif!

Sudah dua kali Idul Adha saya di Lendah dan Panjenengan selalu aktif dalam pendekatan kepada masyarakat. Hewan kurban titipan dari beberapa sahabat, kambing atau sapi, kita serahkan kepada warga untuk diurus dan dibagi-bagikan. Indah rasanya jika kita bisa berbaur bersama masyarakat!

Beberapa waktu lalu, seorang sahabat datang ke rumah saya untuk menitipkan uang zakat. Pesannya adalah untuk dibagi-bagikan ke masyarakat. Subhaanallah! Ini pun langkah yang sangat jitu untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat. Memang pembinaan teritorial mutlak harus dikerjakan! Kita berharap bahwa masyarakat sebagai tetangga-tetangga Perpustakaan yang paling dekat harus menjadi pihak pertama yang memperoleh manfaat keagamaan.

Prinsip menebarkan Salam, Senyum dan Sapa adalah ajaran Islam. Saya memohon dengan sangat agar ajaran ini kita hidupkan bersama di tengah-tengah kita, terutama kepada masyarakat. Untuk Panjenengan yang aktif mengikuti kegiatan taklim atau kajian di Lendah, saya kembali lagi memohon dengan sangat agar Panjenengan menjaga kebiasaan menebar salam, membagi senyum dan tidak kikir untuk menyapa kepada warga masyarakat yang dijumpai.

Semoga nama baik dakwah Salafiyyah bisa kita jaga melalui sikap-sikap kita yang mulia. Jangan sampai tercoreng dan ternoda oleh sikap kita yang kurang bijak, kasar dan kaku. Sudah terlalu banyak contoh kasus tercorengnya nama baik dakwah Salafiyyah karena ulah oknum-oknum yang kurang hikmah. Saya yakin Panjenengan tentunya tidak ingin menambah daftar oknum-oknum tersebut dengan nama Panjenengan!

Saudaramu di jalan Allah

Abu Nasim Mukhtar iben Rifai La Firlaz

Lendah, Kulonprogo
23 Ramadhan 1437 H

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
http://tlgrm.me/kajianislamlendah
Channel khusus renungan :
@renunganikhwan
Versi blog :
http://bit.ly/28Xsxk5
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

0 Response to "Jagalah Ikhlas dan Tetaplah Istiqomah"

Posting Komentar

Tokopeci Salimah Gallery

Salimah Gallery Distributor Busana Muslim, Madu Herbal di kota Solo